Membangun Generasi Cerdas dan Religius melalui Program Bimbingan Belajar dan Islamifest di Gampong
DOI:
https://doi.org/10.63228/jppgd.v2i2.100Keywords:
Tutoring, Islamifest, Community Service, Literacy, ReligiosityAbstract
This community service activity aims to create an intelligent and religious young generation through the implementation of the Tutoring and Islamifest Program in Gampong Meunasah Krueng, Ingin Jaya District, Aceh Besar Regency. This program is designed to meet the community's needs to improve children's academic abilities and strengthen religious and moral values among adolescents. This service uses a descriptive qualitative approach with participatory methods, which include observation, interviews, and collection of activity documentation. Data were analyzed reflectively by involving students and the community as active participants in the program. The results showed significant progress in the participants' reading and arithmetic skills after participating in regular tutoring. Furthermore, the Islamifest activities, which included various Islamic competitions, thematic studies, and religious arts, successfully increased the spirituality, self-confidence, and social engagement of children and adolescents in the village environment. The community also actively contributed to the success of the program by providing learning facilities and continuing activities after the service through the formation of the "Rumoh Ilmu Meunasah Krueng" study group. This program has proven effective in integrating academic and spiritual aspects, while strengthening the implementation of the Tri Dharma of Higher Education through community service activities that have a real impact on the community. Thus, the Tutoring Program and Islamifest can be used as an example of community-based service that focuses on character development, improving the quality of education, and strengthening religious values at the village level.
Downloads
References
Akbar, M. (2024). Pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi sosial dalam
pendidikan keagamaan di pedesaan. Jurnal Pengabdian Sosial dan Pendidikan,
6(1), 45–58.
Dewantara, K. H. (2020). Pendidikan: Tuntunan jiwa dan karakter bangsa. Yogyakarta:
Majelis Luhur Taman Siswa.
Fadhilah, R. (2025). Model community-based education dalam membangun
keberlanjutan program literasi di masyarakat pedesaan. Jurnal Riset Pengabdian
Nusantara, 4(1), 77–89.
Fauzi, M. (2024). Implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam
peningkatan kualitas pendidikan berbasis masyarakat. Jurnal Pengabdian
Pendidikan Nasional, 5(2), 120–133.
Fitriyah, N. (2023). Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran nonformal anak usia
sekolah dasar di pedesaan. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 11(2), 89–102.
Harahap, A. (2023). Keterlibatan masyarakat dalam keberlanjutan program pengabdian
berbasis pendidikan. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1),
33–44.
Hasanah, L. (2024). Festival keagamaan sebagai media pembentukan karakter islami
pada remaja. Jurnal Kajian Pendidikan dan Budaya Islam, 8(1), 56–70.
Hidayat, A. (2025). Sinergi masyarakat dan mahasiswa dalam pengembangan
pendidikan berbasis nilai religius. Jurnal Pengabdian Umat, 5(1), 40–52.
Husna, S., & Malik, Z. (2023). Efektivitas metode bimbingan belajar kontekstual dalam
meningkatkan hasil belajar siswa SD. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 7(3),
147–160.
Iskandar, R., & Lestari, D. (2022). Interaksi sosial dalam pembelajaran interaktif di
daerah pedesaan. Jurnal Pendidikan Alternatif, 3(2), 71–82.
Ismail, F. (2023). Model pembelajaran berbasis masyarakat dalam konteks pendidikan
nonformal di Indonesia. Jurnal Transformasi Pendidikan, 4(1), 59–75.
Kemendikbudristek. (2023). Panduan Implementasi Program Merdeka Belajar–Kampus
Merdeka (MBKM). Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan
Teknologi.
Latifah, R. (2022). Identifikasi kebutuhan belajar masyarakat dalam program
pendidikan nonformal di pedesaan. Jurnal Penelitian Sosial dan Pendidikan,
9(2), 130–145.
Mahmudi, T. (2024). Islamic Festival sebagai inovasi pendidikan karakter di sekolah
berbasis pesantren. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 88–101.
Mustakim, M. (2023). Pendidikan holistik dan pembentukan karakter generasi muda
muslim. Jurnal Filsafat dan Pendidikan Islam, 8(1), 54–68.
Nasution, R. (2023). Peran pendidikan karakter dalam membangun generasi unggul dan
berdaya saing. Jurnal Pendidikan Nasional, 14(1), 25–38.
Nugraha, A. (2021). Model pendidikan holistik dalam konteks pembelajaran abad ke-21. Jurnal Inovasi Pendidikan, 6(2), 87–98.
Putri, D. (2022). Pendekatan partisipatif masyarakat dalam pelaksanaan program
pendidikan nonformal. Jurnal Pengabdian Mandiri, 2(3), 55–68.
Rahman, A. (2024). Kesenjangan pendidikan dasar di daerah rural dan upaya intervensi
berbasis masyarakat. Jurnal Ilmiah Pendidikan Sosial, 13(1), 92–107.
Rafiq, A., & Wahyuni, R. (2023). Efektivitas pendekatan kontekstual dalam
meningkatkan pemahaman belajar siswa di daerah terpencil. Jurnal Pendidikan
dan Pemberdayaan Masyarakat, 10(2), 101–115.
Rohman, T., & Fitriani, N. (2024). Evaluasi kegiatan pengabdian berbasis literasi dan
religiusitas masyarakat. Jurnal Abdi Ummat, 3(1), 54–69.
Sari, M. (2022). Tantangan pendidikan karakter di era globalisasi dan digitalisasi.
Jurnal Pendidikan Islam Global, 8(1), 11–22.
Suhartini, L. (2023). Pendekatan kolaboratif dalam pengabdian masyarakat berbasis
pendidikan. Jurnal Abdi Pendidikan, 7(2), 91–104.
Yuliani, R. (2024). Partisipasi masyarakat sebagai kunci keberlanjutan kegiatan
pengabdian di lingkungan pendidikan Islam. Jurnal Ilmu Pengabdian dan Sosial
Keagamaan, 3(2), 60–73.
Yunus, H. (2023). Dinamika kegiatan keagamaan remaja di pedesaan Aceh: Antara
tradisi dan modernitas. Jurnal Dakwah dan Sosial Masyarakat, 9(1), 99–113.






